Langsung ke konten utama

Learn to Appreciate Each Other

Gambar terkait

"Learn to Appreciate Each Other"(Nunualfsyh, 2018)
Pada tulisan kali ini aku mencoba untuk membedah kata demi kata dari kalimat dalam kutipan tersebut. Aku percaya dan yakin bahwa semua orang itu terlahir suci seperti fitrah yang di anugerahkan oleh Tuhan. Semua sikap dan tindakannya itu berasal dari pilihan-pilihan yang ia hadapi. Maka dari itu individu terus learn dalam menjalani kehidupannyaJangan tanya alasan kenapa nulis ini. Jujur ini random aja entah kenapa tiba-tiba terlintas dalam pikiranku. Start from learn. Learn memiliki arti yang sama dengan study, namun dalam pengaplikasian makna keduanya sangat berbeda. Kalian bisa melihat perbedaannya dengan search on google. Sangat menarik ternyata untuk memahaminya. Kamu belajar di sekolah, kamu pasti study tetapi kamu belum tentu learn. Haha. Coba di pahami makna dari kalimat itu. You'll be understand what i mean. Belajar memahami kehidupan yang kamu jalani. Apa yang telah kamu lalui adalah pelajaran berharga untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Its hard sometimes, but you should do it. for yourself, for the people who loved you..

Appreciate. Kata maaf, tolong, terima kasih, semangat, dan selamat memang sangat mudah untuk diucapkan tetapi ternyata tidak semua orang dengan mudah mengucapkan. Entah karena ego-nya yang terlalu tinggi atau bagaimana, hanya orang itu yang bisa menjawabnya. Kalau ada yang bertanya, apakah cuek tidak mau tau itu baik? yah bisa di bilang "iya, baik" tetapi hanya untuk dirimu sendiri. Aku akan setuju kalau sikap cuek mu itu digunakan ketika kamu memang tidak ingin berurusan dengan urusan orang yang bisa dikatakan terlalu privacy dan orang itu memang tidak meminta bantuan ataupun saran darimu. Berbeda halnya dengan cuek yang ga mau tau sama sekali ketika orang lain membutuhkan mu. Kamu berkewajiban membantu ketika kamu mampu dan kamu bisa menolak apabila kamu merasa tidak mampu. Apabila kamu punya teman, belajarlah untuk caring  entah melalui kata-kata yang ramah dan tunjukkan bahwa kamu excited  dalam percakapan. Hal ini memang tampak sederhana tetapi ternyata priceless bagi orang lain. Random aja nanyain kabarnya juga jadi suatu bentuk caring ke teman mu. Iya jangan datang pas butuhnya aja, wah ini apa ya namanya hahaha aku bingung juga hm. Ketika kamu tidak bisa membantu orang lain bahkan mendampinginya paling tidak kamu tidak akan menyakitinya dengan perkataan mu dan paling tidak kamu ucapkan kata-kata apresiasi untuk mendukung dan memberikan reward atas pencapaiannya. Try it.. Selamat hidup damai dan saling menyayangi.

Nunualfsyh
Malang, 24 Mei 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Millenial di Fase Baru Reformasi Birokrasi

 " Era reformasi birokrasi 2025 merupakan fase baru yang berfokus pada birokrasi yang kolaboratif, kapabel, dan berintegritas untuk mendukung Indonesia maju dan berdaya saing. Fokus utama meliputi transformasi digital, penguatan SDM aparatur, dan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tujuan periode 2025–2029 adalah terwujudnya pemerintah yang melayani secara berkualitas melalui digital governance." disadur dari penelusuran AI Hai, Nunu Apa kabar dunia kerja dan kerjaanmu? Rasanya baru kemarin bermunculan berbagai perusahaan start-up yang pernah menjadi salah satu impian tempat kerjamu. gimana tidak? jam kerja yang fleksibel, pakaian kasual, tempat kerja yang nyaman, dan nilai dirimu tergantung dengan kreatifitas dan kinerjamu. Generasi milennial kelahiran 80-an dan 90-an pasca lulus kuliah mendominasi kerja di berbagai perusahaan start-up. Di sisi lain, dunia birokrasi masih semrawut dengan administrasi yang berbelit-belit dan tumpukan kertas di meja kerja...

Pertemuan Keduapuluhempat : Cara Kontribusi pada Majalah Suara Guru

Resume ke : 24 Gelombang : 29 Tanggal : 19 Agustus 2023 Tema : Mengirim Tulisan ke Majalah Suara Guru Narasumber : Catur Nurrochman O., M.Pd Moderator : Yandri Novita Sari, S.Pd Kelas kali ini sebenarnya adalah kelas pertemuan ke-23, namun dikarenakan Narasumber berhalangan pada hari yang dijadwalkan maka kelas ini diundur menjadi kelas ke-24. Dari  tema hari ini, aku bertanya-tanya apa itu "Majalah Suara Guru?". Pilihan yang baik mengikuti kelas ini, alhamdulillah wawasan baru lagi. Majalah Suara Guru adalah proyek milik PGRI. Alhamdulillah-nya lagi, Narasumber pada kelas ini merupakan redaktur pelaksana Majalah Suara Guru sekaligus Bendahara PB PGRI yang merupakan Kepala Sekolah pada salah satu SMPN yang berlokasi di Kabupaten Bogor. MasyaAllah double combo nih ilmunya.. A. Sejarah Majalah Suara Guru Majalah Suara Guru merupakan salah satu majalah yang berkaitan dengan dunia pendidikan yang diterbitkan oleh PGRI sejak tahun 1950an. Majalah suara Guru yang awalnya merupakan ...

Oh Ini Rasanya Jadi Abah Mamah di Rumahku!

Mundur ke dua minggu yang lalu, aku diamanahkan sama orang tua ku untuk mengurus rumah. Banyak hal yang bikin aku tersadar dan mikir. Bener-bener rasanya “wah susah juga yaa”. Di rumah, aku ditemani kakak, adik, dan uwa ku (kakak nya mamah). Beberapa pekerjaan rumah seperti cuci baju dan menyetrika sudah ditangani orang. Tetapi untuk membeli kebutuhan rumah tangga, memasak, beberes seluruh isi rumah, antar jemput sekolah si adik ya di tangani oleh kami si para penghuni. Karena adik aku masih SD, jadi dia hanya ditugaskan untuk mencuci piringnya sendiri. Disisi lain kakak aku yang bekerja, sama seperti adik ku hanya membantu dalam mengurus cucian piringnya saja. Sebenarnya aku tidak mengharuskan untuk mereka membantu, ya paham-paham sendiri saja lah. Sebelumnya mamah sudah bilang dan memberikan pemahaman atas perlunya kerja sama dalam menyelesaikan tugas rumah tangga. Namun memang disayangkan, masih banyak kesadaran yang kurang. Jujur kalau di rumah ku, abah mamah ku ya mengerj...