Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label motivasi diri

Learn to Appreciate Each Other

" Learn to Appreciate Each Other "(Nunualfsyh, 2018) Pada tulisan kali ini aku mencoba untuk membedah kata demi kata dari kalimat dalam kutipan tersebut. Aku percaya dan yakin bahwa semua orang itu terlahir suci seperti fitrah yang di anugerahkan oleh Tuhan. Semua sikap dan tindakannya itu berasal dari pilihan-pilihan yang ia hadapi. Maka dari itu individu terus  learn dalam menjalani kehidupannya .  Jangan tanya alasan kenapa nulis ini. Jujur ini random aja entah kenapa tiba-tiba terlintas dalam pikiranku.  Start from learn. Learn memiliki arti yang sama dengan study , namun dalam pengaplikasian makna keduanya sangat berbeda. Kalian bisa melihat perbedaannya dengan search on google . Sangat menarik ternyata untuk memahaminya. Kamu belajar di sekolah, kamu pasti study tetapi kamu belum tentu learn. Haha. Coba di pahami makna dari kalimat itu. You'll be understand what i mean . Belajar memahami kehidupan yang kamu jalani. Apa yang telah kamu lalui adalah pelajaran b...

Selamat Datang di Sekolah Rantau, Para Perantau Baru

"Merantaulah agar kamu tau rasanya rindu dan kemana kau harus pulang" Bagi saya yang sudah sekitar empat tahun tinggal jauh dari orang tua. Ya bisa di hitung ga sampai lima jari lah ya bolak balik ke rumah orang tua dalam satu tahun. Merantau merupakan satu hal yang menarik bagi saya. Beruntunglah teman-teman yang pernah sama di posisi seperti saya, sebagai perantau. Cerita saya mungkin tidak seberapa dengan teman-teman yang merantau sudah lima tahun, bahkan sepuluh tahun lebih lama dari saya.  Bagi saya, definisi merantau bukan sekedar jauh dari orang tua dan tinggal terpisah. Saya tidak setuju kalau tinggal ngekos lalu setiap satu minggu atau dua minggu sekali balik ke rumah orang tua bisa dikatakan merantau. Tidak. Itu berbeda bagi saya. Di perspektif saya, merantau adalah masa dimana kita belajar dengan mata pelajaran tanggung jawab, menahan ego, mengenal dan memanajemen diri dengan didampingi waktu sebagai guru dan kepercayaan sebagai kelas serta kota rantau...

Mencari Jawaban

Hampa. Tidak ada siapa-siapa. Aku pun tak ingin menyapa. Dan aku hanya bertanya ini kenapa. Pernah ga merasa sendirian meskipun sebenarnya banyak orang di sekitar kita. Kita mau jalan dan berbincang sama siapapun sebenarnya bisa. Tetapi hati kita merasa sedih aja. Ya sedih aja dan kita ga tau entah kenapa.. Di awal tahun ini, aku resmi menyandang predikat mahasiswi tingkat akhir. Kerjaannya cuman ngerjain skripsi, skripsi, dan skripsi. Jujur kangen belajar di kelas dan kangen dapat program kerja organisasi. Walaupun belajar, ujian, dan menyelesaikan proker itu bukan hal yang mudah tetapi ada adrenalin tersendiri menghadapinya. Berbeda rasa adrenalinnya dengan mengerjakan skripsi. Bagi teman-teman yang belum skripsian, jangan ke dokrin bahwa skripsi itu susah ya. Bukan susah! Seriusan. Kalian bisa, pasti bisa, dan aku yakin! dengan catatan kalian komit dan mau kerja keras. Karena emang butuh banyak-banyak kesabaran. Wah kata “semangat” dari siapun itu menjadi suntikan...