Langsung ke konten utama

Hikmah Sakit dari Allah

Qadarullah pertengahan bulan di akhir tahun 2025 ditutup dengan pengalaman pertama rawat inap di rumah sakit yang meskipun dikasih fasilitas nyaman tetep aja lebih nikmat tubuh sehat dan beraktivitas seperti sedia kala. Aku menulis ini pasca membaca tulisanku sendiri di buku catatan pengingatku, bahkan aku lupa pernah menulis kalimat tersebut. Semoga kalimat penuh makna ini bisa bermanfaat ga hanya buat aku, tetapi juga orang lain yang mampir ke blog ini. “Aku paling takut Allah meninggalkanku” (Nunu, Oktober 2025). Seperti Allah yang selalu membersamaiku dalam segala kodisi, maafkan hambaMu yang ini Ya Rabb.. yang lebih banyak perlu disentil untuk sadar atas berbagai hikmah.


Alhamdulillah alla kulli hal, Allah kasih aku sakit sebagai pertanda aku mesti lebih perhatian terhadap diriku sendiri. Kira-kira kalau udah masuk rumah sakit begini, kalian pasti mengerti bahwa obat udah ga mempan lagi. Allah menakdirkan perjalananku menuju Rantau minggu kemarin ditemani oleh Mamah. Ga sampai 30 menit berkendara, asam lambung yang sudah dua minggu terakhir berasa tidak nyaman kembali kumat. Setelah dua kali berhenti, akhirnya aku bilang ke mamah bahwa aku tidak mungkin lagi melanjutkan perjalanan ke Rantau. Akhirnya dengan pertolongan Allah kami mendarat di UGD Rumah Sakit terdekat saat itu. Situasi memang sedang ramai, karena banyak pasien baru masuk juga. Bahkan pasien di tirai sebelah menghembuskan nafas terakhirnya dengan suara tangisan yang terbendung dari istrinya. Selanjutnya cerita keluarga pasien yang menyatakan bahwa sudah menunggu lama berjam-jam di ruang UGD namun sampai sekarang belum ada kejelasan kapan dimasukkan ke kamar inap dikarenakan belum mendapat respon dari dokter penanggungjawab/ dokter spesialis. Di sisi lain ada juga pasien yang datang bersama temannya namun setelah observasi dokter UGD dianggap tidak masuk kategori keadaan darurat sehingga tidak dapat klaim BPJS Kesehatan yang berarti mesti bayar layaknya pasien umum. Ku dengan terjadi tawar menawar “berapa biayanya dok? dilanjutkan pertanyaan apa bisa tidak semua obat kami tebus dok?”. Ini lah sedikit cerita beberapa jam berada di UGD sembari menunggu setelah melalui masa kritisku sendiri. Yap cerminan kebijakan di bidang kesehatan melalui mekanisme penanganan pasien. PR besar bagi para pemimpin negeri ini, ternyata sebanyak itu yang perlu dibenahi. 


Kembali ke sakitku, alhamdulillah informasinya semua baik-baik saja secara pribadi hanya saja ada kesalahan-kesalahan yang tanpa ku sadari menyakiti diriku sendiri. Dari salah makan, tidak memprioritaskan panggilan perut, sampai dengan kurang menjaga ketenangan hati dan pikiran. Yap perlunya mengenali dan mencintai diri sendiri.


Sampailah di titik kesimpulan, kalau aku tidak sakit maka aku kurang mensyukuri nikmat sehat dan umur dari Allah. kalau aku tidak sakit maka aku tidak tau begitu tulus cinta orang-orang di sekelilingku apalagi cintanya Allah yang memberikan aku kesempatan untuk sekarang sehat dan kembali beraktivitas. dan kalau aku tidak sakit maka aku tidak akan tau kehidupan rumah sakit dari kebijakan dan mekanismenya di lapangan yang ternyata begitu banyak catatannya. Semoga Allah menjadikan sakit kemarin sebagai penggugur dosa dan wasilah menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat (amiin)


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Kata Allah Maha Perencana Terbaik

Beberapa waktu ini lagi sering berada di situasi yang buat aku berpikir, wah memang Allah Maha Perencana terbaik. Banyak hal yang tidak disangka-sangka terjadi. Sebenarnya kalau menoleh ke belakang, semestinya aku lebih menyadari bahwa apa yang telah aku lalui itu merupakan pertanda dari Allah bahwa ini nih jalan takdir yang sudah aku buatkan untukmu dan untuk mereka bahkan sudah Ia tuliskan sebelum bumi tercipta. MasyaAllah banget ga sih. Sesederhana aku lagi kepikiran pengen sesuatu, tidak lama aku mendapatkan hal itu. Rizqi yang menjadi takdirku. Sebagai contoh hal besar yang bener2 membuat aku merasa “wah ini sih memang Allah’s plan”, aku yang memimpikan UGM pada akhirnya melanjutkan sekolah di UB. Aku yang ingin kerja di korporat padahal sudah sengaja ngambil sekolah bisnis, ternyata Allah kasih kesempatan mengabdi untuk negeri. Wah ini sih, kalau Allah kasih aku takdir yang lain.. belum tentu aku mampu dan belum tentu aku dapat pahala. Sedangkan tujuan yang aku cari dalam hidup i...

Thoughts Of Mind

thoughts of mind. aku kasih judul ini, karena pemikiran-pemikiran ini sudah sejak lama ada di pikiranku tp ya itu. pernah ga sih kalian ngerasa ga mampu menuangkan apa yang ada dalam hati dan pikiran kalian? jujur tahun ini banyak merasa hal yang kayak gini. yapp aku ga mampu menuangkannya. sampai akhirnya alhamdulillah aku di titik ini, memberanikan diri menulisnya. seperti biasa tulisan ini menjadi bahan self reflection dan reminder buat aku di masa yang akan datang. jujur. semakin hari dengan usia bertambah (dunya perspective) dan atau usia berkurang (akhirah perspective), my self reflection for every single day is to make sure bismillah semoga bisa jadi pribadi yang bermanfaat dan berkah kehidupannya. meskipun disisi lain masih sering bertanya, dengan terus meyakinkan ini lah alasan "what i'm too working hard for".  walaupun ternyata semakin kesini semakin menyadari bahwa it wasnt easy, banyak orang baru dan tantangan baru. tapi apa, Allah selalu kasih jalan, Allah cu...

Menggambar Rumah

Rumah yang kugambarkan Tempat yang teduh dari kehujanan Terasa tenang dari keramaian Diskusi-diskusi penuh dengan kehangatan Menjadi pelipur lara dari sibuknya kehidupan Keindahannya tidak kugambarkan dengan mewahnya interior  Bagiku Indah itu lantunan ayat suci yang sehari-hari kudengar Pemandangan sholat yang didirikan dengan semangat besar Mengisi waktu untuk dapat mendapat keberkahan dari belajar Sungguh keindahan yang tak mampu terkikis dan mudah pudar Gambar ini nyata menjadi pondasi rumah Ini lah rumahku dengan keindahan arah Rumah, 4 Juni 2025