Langsung ke konten utama

Pesan untuk Adik




Apabila pesan yang telah disampaikan kemarin-kemarin tidak sampai ke hati adik, semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat yang dapat dibaca berulang hingga pesannya sampai ke hati di kala adik lelah dan hilang arah. Dari dulu sampai sekarang masih sama, aku berpikiran bahwa kita sama-sama belajar bukan berarti aku yang lebih dulu lahir itu cerdas dan paling tahu dalam segala hal. Hanya kebetulan tahu lebih dahulu beberapa hal. Bolehkah harapan aku dan mereka yang menyayangimu, kami harap kamu menjalani hidup yang lebih baik (?) kalau kata ibu, keluarga tidak boleh dan tidak semestinya menjerumuskan. 


Entah disadari atatu tidak, entah diingat atau tidak, pengalaman perjalanan melihat keindahan kota dengan suguhan kehidupan masyarakat atau taman kota itu punya maksud. Harapannya hati adik lebih lembut dan pemikiran adik lebih terbuka. Bahwa hidup itu indah. Dan untuk setiap sharing pengalaman yang disampaikan ada maksud untuk adik menjadi yang lebih baik. Yang pasti lebih baik dari kami.


Untuk bapak yang memang tidak seperti bapak pada cerita novel, alhamdulillah insyaAllah ia lelaki yang baik. Sepertinya adik harus lebih sering berinteraksi ke bapak, banyak hal yang beliau ajarkan melalui ceritanya. Ego nya yang mungkin tidak selalu berhasil ia kendalikan. Tetapi ia pekerja keras untuk kebaikan ibu, kaka, aku, dan adik.


Kalimat ibu yang lembut dan magis, ku dengar sering buatmu menjawabnya dengan keras. Semoga ibu tidak terluka seperti aku yang mendengarnya. Yakinilah adik, bahwa ibu selalu mencintaimu meskipun caranya tidak seperti yang kau mau. Doanya akan selalu mengiringi langkahmu untuk tidak hanya keberhasilan namun juga penjagaan penciptaMu. Suatu hari nanti pasti kamu akan merindukan orang-orang yang menginginkan dan mendoakan kebaikan untukmu. Semoga aku menjadi salah satunya yang kau ingat dalam kebaikan. Semangat menjalani kehidupan yang mungkin tidak selalu nyaman, tidak selalu di atas, tidak selalu dilihat dan didengar, tidak selalu berjalan dengan lancar. Allah punya caranya dalam menakdirkan, pasti ada kebaikan untuk hati yang selalu menginginkan Ridho Allah. Sehat-sehat dan jangan berhenti melangkah.


Allahumma bariik 🤍

Banjarbaru, 17 November 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan Keduapuluhempat : Cara Kontribusi pada Majalah Suara Guru

Resume ke : 24 Gelombang : 29 Tanggal : 19 Agustus 2023 Tema : Mengirim Tulisan ke Majalah Suara Guru Narasumber : Catur Nurrochman O., M.Pd Moderator : Yandri Novita Sari, S.Pd Kelas kali ini sebenarnya adalah kelas pertemuan ke-23, namun dikarenakan Narasumber berhalangan pada hari yang dijadwalkan maka kelas ini diundur menjadi kelas ke-24. Dari  tema hari ini, aku bertanya-tanya apa itu "Majalah Suara Guru?". Pilihan yang baik mengikuti kelas ini, alhamdulillah wawasan baru lagi. Majalah Suara Guru adalah proyek milik PGRI. Alhamdulillah-nya lagi, Narasumber pada kelas ini merupakan redaktur pelaksana Majalah Suara Guru sekaligus Bendahara PB PGRI yang merupakan Kepala Sekolah pada salah satu SMPN yang berlokasi di Kabupaten Bogor. MasyaAllah double combo nih ilmunya.. A. Sejarah Majalah Suara Guru Majalah Suara Guru merupakan salah satu majalah yang berkaitan dengan dunia pendidikan yang diterbitkan oleh PGRI sejak tahun 1950an. Majalah suara Guru yang awalnya merupakan ...

Oh Ini Rasanya Jadi Abah Mamah di Rumahku!

Mundur ke dua minggu yang lalu, aku diamanahkan sama orang tua ku untuk mengurus rumah. Banyak hal yang bikin aku tersadar dan mikir. Bener-bener rasanya “wah susah juga yaa”. Di rumah, aku ditemani kakak, adik, dan uwa ku (kakak nya mamah). Beberapa pekerjaan rumah seperti cuci baju dan menyetrika sudah ditangani orang. Tetapi untuk membeli kebutuhan rumah tangga, memasak, beberes seluruh isi rumah, antar jemput sekolah si adik ya di tangani oleh kami si para penghuni. Karena adik aku masih SD, jadi dia hanya ditugaskan untuk mencuci piringnya sendiri. Disisi lain kakak aku yang bekerja, sama seperti adik ku hanya membantu dalam mengurus cucian piringnya saja. Sebenarnya aku tidak mengharuskan untuk mereka membantu, ya paham-paham sendiri saja lah. Sebelumnya mamah sudah bilang dan memberikan pemahaman atas perlunya kerja sama dalam menyelesaikan tugas rumah tangga. Namun memang disayangkan, masih banyak kesadaran yang kurang. Jujur kalau di rumah ku, abah mamah ku ya mengerj...

Mencari Jawaban

Hampa. Tidak ada siapa-siapa. Aku pun tak ingin menyapa. Dan aku hanya bertanya ini kenapa. Pernah ga merasa sendirian meskipun sebenarnya banyak orang di sekitar kita. Kita mau jalan dan berbincang sama siapapun sebenarnya bisa. Tetapi hati kita merasa sedih aja. Ya sedih aja dan kita ga tau entah kenapa.. Di awal tahun ini, aku resmi menyandang predikat mahasiswi tingkat akhir. Kerjaannya cuman ngerjain skripsi, skripsi, dan skripsi. Jujur kangen belajar di kelas dan kangen dapat program kerja organisasi. Walaupun belajar, ujian, dan menyelesaikan proker itu bukan hal yang mudah tetapi ada adrenalin tersendiri menghadapinya. Berbeda rasa adrenalinnya dengan mengerjakan skripsi. Bagi teman-teman yang belum skripsian, jangan ke dokrin bahwa skripsi itu susah ya. Bukan susah! Seriusan. Kalian bisa, pasti bisa, dan aku yakin! dengan catatan kalian komit dan mau kerja keras. Karena emang butuh banyak-banyak kesabaran. Wah kata “semangat” dari siapun itu menjadi suntikan...