Qadarullah aku menjalani kehidupan menyandang amanah seorang "pembelajar" di sebuah perguruan tinggi swasta di wilayah ku. Sekolah bukan lah hal yang baru bagiku, mengingat baru sekitar 6 (enam) tahun lalu aku menyelesaikan gelar sarjana ku. Alhamdulillah tidak begitu sulit untuk menyesuaikan diri saat kegiatan belajar, malah aku jadi flashback ke masa-masa sekolah ku. Tenyata aku sama seperti dulu, aku menyukai sekolah. Mendengarkan pengajar menjelaskan, berdiskusi atas informasi-informasi yang didapat, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Namun memang ada yang berbeda kali ini, karena aku mesti sambil bekerja dan belajar memanajemen waktuku serta memikirkan untuk menabung memenuhi tagihan sekolahku. Hal yang nggak aku rasain selama aku sekolah dulu. MasyaAllah nikmatnya perjuangan yaa.. ternyata ini rasanya. Semoga ada pahala atas perjuangan yang diniatkan untuk mencari ilmu di jalan Allah ini.
Kini perjalan sudah mencapai puncak, minggu lalu aku menempuh ujian akhir. Pengalaman menulis karya tulis selalu menyenangkan meskipun berliku. Saat sarjana, aku memilih dosen pembimbing yang merupakan figur luar biasa di program studi ku. Sempat bolak-balik berkali-kali untuk meyakinkan beliau. Alhamdulillah beliau menerima ku dan mendampingi perjalanan skripsiku sampai purna tanpa revisi. Singkat cerita untuk perjalanan tugas akhir saat program magister, kami mendapatkan dosen pembimbing dari penunjukkan yang dilakukan oleh pihak kampus. Yang mana alhamdulillah aku dipertemukan dosen pembimbing seorang Profesor yang baik hatinya. Aku yang selalu berkeinginan "berbeda dan bermanfaat" mengajukan judul yang lain dari mayoritas orang-orang. Kalau orang mau lulus karena gelar, aku adalah orang yang mau lulus dengan kebermanfaatan. And i did it! lulus dengan kesempatan untuk dapat mempublikasikan hasil penelitian secara internasional. Tiada daya dan upayaku selain pertolonganMu, doa keluargaku, dan dukungan dair orang-orang disekitarku.masyaAllah alhamdulillah..
Banjarbaru, 12 Februari 2025
Komentar
Posting Komentar