MasyaAllah alhamdulillah “aku memenuhi panggilanMu, Ya Rabb”.
Sebagai seorang hamba, aku hanya bisa berencana dan Allah yang berkuasa apakah akan dijawab iya sekarang - iya nanti - atau jawaban lain yang menurutNya terbaik untukku. Alhamdulillah atas kuasa Allah, aku banyak menyadari dan mensyukuri banyak skenario yang Allah berikan atas perjalanan ini. Dari awalnya aku ingin berangkat di hari ulang tahun, gapapa sendirian, dan lain sebagainya. Qadarullah akhirnya aku berangkat lebih cepat dari waktu yang ku tentukan dengan ditemani orang-orang yang ku cintai karena Allah dan aamiin semoga mereka mencintaiku karena Allah juga. Dengan berbagai pertimbangan dari waktu, budget karena yang berangkat tidak hanya aku sendirian, dan disuguhi berbagai pilihan-pilihan travel. Alhamdulillah Allah yang Maha Mengatur, Ia pertemukan dengan travel baru, rencana penjadwalan, dan budget, serta akomodasi sesuai yang kami cari. Perjalanan pencarian pun terselesaikan, kini beralih ke perjalanan menunggu sampai waktu keberangkatan. Akhir-akhir ini begitu banyak masalah yang naik ke permukaan perihal travel umroh. Berita H-1 bulan sebelum waktu keberangkatan kami, travel umroh level nasional kedapatan menggelapkan uang jemaah padahal travel umroh ini cukup terkenal dan digunakan kalangan artis selanjutnya H-3 minggu muncul berita travel umroh lokal yang tidak cukup dana untuk memulangkan jemaahnya sehingga jemaah tertahan di Jeddah. Alhamdulillah hampir aja aku dan keluarga pakai travel tersebut, infonya selain tidak dapat memulangkan.. mereka juga terkendala memberangkatkan jemaah. YaAllah deg2an banget ga sih. Jujur ada rasa khawatir, namun tetap berserah bahwasanya perjalanan menuju Allah ini tiada daya dan upaya selain pertolongan Allah. Rasanya “kuserahkan semua hanya padaMu, YaRabb”. Sambil mendoakan teman2 calon jemaah yang sedang menghadapi masalah semoga Allah kasih jalan keluar segera, Allah Maha Tau insyaAllah niatnya sudah sampai dan Allah limpahkan rezeki yang banyak sebagai penggantinya. Alhamdulillah kami berangkat sesuai dengan tanggal yang direncanakan. Pengalaman baru bagi kami, tujuan ibadah yang pertama adalah Mekkah terlebih dahulu menjadi pembelajaran yang masyaAllah bagiku pribadi. Banyak hal yang kusadari, rencana Allah jauh lebih baik dari keinginanku. Mekkah selalu menjadi tempat yang sangat sibuk, sangat ramai, dan sangat penuh perjuangan. MasyaAllah Ia begitu ramai sama seperti keramaian yang kulihat saat musim ramadhan. Tidak melihat harta, kedudukan, dan seberapa alimnya seseorang. Kita sama di mataNya, masyaAllah rasanya sama begitu luar biasa saat melihat kakbah secara langsung, benar2 tak dapat diungkapkan dengan kata.. rasanya seperti pulang. Pengalaman di Mekkah kemarin, ada badai pasir sesaat sebelum sholat Maghrib. Ini kali pertama aku melihat angin berembus kencang, berbunyi, dan pasir terangkat mengikuti angin, serta pemandangan kilat-kilat di lamgit. YaAllah udah yang berserah diri aja, tiada daya upaya kalau bukan Engkau yang menolong kami. Dengan situasi genting seperti itu semua rasa campur aduk dari takut, khawatir, namun tetap harus tenang. Sempat terbesit “Ya Rabb apa ini kiamat?”. Alhamdulillah Allah kasih kesempatan memperbaiki diri bagi kami, kejadian mereda sekitar 10-20 menitan pasca selesia sholat Maghrib. Selanjutnya dari Mekkah menuju Madinah menggunakan kereta cepat, masyaAllah sangat rekomen dah naik ini karena bisa menghemat waktu 2-3 jam kalau dihitung dari waktu standby kita di stasiun sampai dengan kita sampai ke hotel. Selama di Madinah, alhamdulillah Allah mudahkan segala urusan. Sampai di H-1 kepulangan ada berita erupsi anak gunung krakatau. Alhamdulillah bersyukur ada penambahan bonus satu hari dari travel yang mulanya tiga belas jdi empat belas hari. Hampir saja kami menjadi penumpang yang terdampak dan perlu pendaratan darurat karena ga mungkin pesawat berada di atas terus. Udah deg2an banget, karena besok malam sudah mesti balik ke Indonesia. Pada pagi hari, beredar kabar jemaah umroh yg pesawatnya lebih cepat satu hari dibanding kloter kami mengalami hambatan sehingga harus turun di Bandara Cirebon, Bandara Aceh, dan keberangkat dari Bandara transit Doha kembali ke Bandara tersebut lagi. Rasanya sedih dan khawatir banget dengan situasi ini. Qadarullah akhirnya kami nambah tiga hari sampai akhirnya kembali ke Indonesia dikarenakan Bandara Jakarta tutup sementara.
Seperti yang aku tulis sebelumnya bahwa dalam islam tidak ada kebetulan, pasti ada sesuatu yg Allah pengen kasih tau ke aku entah diminta bersabar dari situasi ini, bermuhasabah untuk lebih banyak bersyukur, atau lebih dari itu semua. Hampir seminggu aku kembali ke realitas kehidupan ku. Aku merindukanmu, rumah kembaliku. Kemarin aku datang dengan banyak doa, lalu aku pulang membawa rindu untuk kembali. Sampai jumpa lagi, see you really soon insyaAllah (aamiin allahumma aamiin)
Tertanda,
Dari aku yang selalu rindu untuk pulang.
Komentar
Posting Komentar