Langsung ke konten utama

pulang ke rumah cintaku




Pulang.. tiada daya dan upayaku selain karena pertolongan-Mu. rasanya sesenang itu, seharu itu, se-ga nyangka itu, semuanya campur aduk ga bisa aku interpretsaikan dengan kata. MmsyaAllah terima kasih ya Allah...

aku kembali pulang dalam hal ini pulang untuk dapat kembali merasa Engkau sangat dekat, lebih dekat dari sujud-sujud yang aku lakukan di luar tanah haram.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ 

Ya Allah, aku memenuhi panggilanMu.. tepat tiga tahun lalu aku berdoa di rumah terbaikMu untuk dapat kembali ke rumahMu bersama orang2 yang aku cintai. dan kemarin Engkau jawab dengan kesempatan kembali kesana mendampingi kedua orang tua ku dan tanpa direncanakan satu agen travel dengan sahabat ku dari SMP - teman sebangkuku - teman bertukar pikiranku - teman yang kalau aku kenapa2 dalam kesehatan pasti aku lari padanya. rasanya begitu luar biasa, beribadah bersama dua orang yang mencintaimu dengan sangat tulus sebagai bentuk amanah dari Allah. mereka yang memperkenalkanmu dengan Allah dan atas izin Allah berhasil membuat diri ini hidup dengan baik di 26 tahun kehidupannya dengan luar biasa.  dan kembali.. rasanya begitu luar biasa, beribadah bersama seorang sahabat yang selama disana kami beberapa kali pergi beribadah bersama ke rumah Allah.. kami membahas kebesaran-kebesaran Allah. seindah itu diskusi-diskusi di tanah haram. semoga Allah menjaga mereka, orang-orang baik yang aku cintai dan yang aku temui disana. masyaAllah atas kesempatan kembali dan atas kesempatan untuk berangkat bersama kedua orang tua dan sahabat ini kuyakini bukan sebuah kebetulan. karena bagiku dalam islam tidak ada kebetulan, ada sesuatu yg Allah pengen kasih tau ke aku entah diminta lebih banyak bersyukur atau lebih dari ituuu...

sedikit napak tilas perjalanan disana, rumah Allah selalu menenangkan... tidak banyak yang berubah rasanya aku benar-benar kembali pulang ke rumahku sendiri. semuanya terasa ga asing, bahkan sebetah itu untuk tinggal disana. masyaAllah alhamdulillah... alhamdulillah.. alhamdulillah.. . im already miss You, dua tempat yang menenangkan yang aku yakin aku ga akan ku temui di dunia belahan manapun. tiga tahun lalu aku menulis aku semakin rindu, dan rasanya sekarang lebih dari itu bismillah i will be back really really soon.. semoga Allah kabulkan dan mudahkan jalan kami.. (aamiin allahuma aamiin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan Keduapuluhempat : Cara Kontribusi pada Majalah Suara Guru

Resume ke : 24 Gelombang : 29 Tanggal : 19 Agustus 2023 Tema : Mengirim Tulisan ke Majalah Suara Guru Narasumber : Catur Nurrochman O., M.Pd Moderator : Yandri Novita Sari, S.Pd Kelas kali ini sebenarnya adalah kelas pertemuan ke-23, namun dikarenakan Narasumber berhalangan pada hari yang dijadwalkan maka kelas ini diundur menjadi kelas ke-24. Dari  tema hari ini, aku bertanya-tanya apa itu "Majalah Suara Guru?". Pilihan yang baik mengikuti kelas ini, alhamdulillah wawasan baru lagi. Majalah Suara Guru adalah proyek milik PGRI. Alhamdulillah-nya lagi, Narasumber pada kelas ini merupakan redaktur pelaksana Majalah Suara Guru sekaligus Bendahara PB PGRI yang merupakan Kepala Sekolah pada salah satu SMPN yang berlokasi di Kabupaten Bogor. MasyaAllah double combo nih ilmunya.. A. Sejarah Majalah Suara Guru Majalah Suara Guru merupakan salah satu majalah yang berkaitan dengan dunia pendidikan yang diterbitkan oleh PGRI sejak tahun 1950an. Majalah suara Guru yang awalnya merupakan ...

Millenial di Fase Baru Reformasi Birokrasi

 " Era reformasi birokrasi 2025 merupakan fase baru yang berfokus pada birokrasi yang kolaboratif, kapabel, dan berintegritas untuk mendukung Indonesia maju dan berdaya saing. Fokus utama meliputi transformasi digital, penguatan SDM aparatur, dan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tujuan periode 2025–2029 adalah terwujudnya pemerintah yang melayani secara berkualitas melalui digital governance." disadur dari penelusuran AI Hai, Nunu Apa kabar dunia kerja dan kerjaanmu? Rasanya baru kemarin bermunculan berbagai perusahaan start-up yang pernah menjadi salah satu impian tempat kerjamu. gimana tidak? jam kerja yang fleksibel, pakaian kasual, tempat kerja yang nyaman, dan nilai dirimu tergantung dengan kreatifitas dan kinerjamu. Generasi milennial kelahiran 80-an dan 90-an pasca lulus kuliah mendominasi kerja di berbagai perusahaan start-up. Di sisi lain, dunia birokrasi masih semrawut dengan administrasi yang berbelit-belit dan tumpukan kertas di meja kerja...

Mencari Jawaban

Hampa. Tidak ada siapa-siapa. Aku pun tak ingin menyapa. Dan aku hanya bertanya ini kenapa. Pernah ga merasa sendirian meskipun sebenarnya banyak orang di sekitar kita. Kita mau jalan dan berbincang sama siapapun sebenarnya bisa. Tetapi hati kita merasa sedih aja. Ya sedih aja dan kita ga tau entah kenapa.. Di awal tahun ini, aku resmi menyandang predikat mahasiswi tingkat akhir. Kerjaannya cuman ngerjain skripsi, skripsi, dan skripsi. Jujur kangen belajar di kelas dan kangen dapat program kerja organisasi. Walaupun belajar, ujian, dan menyelesaikan proker itu bukan hal yang mudah tetapi ada adrenalin tersendiri menghadapinya. Berbeda rasa adrenalinnya dengan mengerjakan skripsi. Bagi teman-teman yang belum skripsian, jangan ke dokrin bahwa skripsi itu susah ya. Bukan susah! Seriusan. Kalian bisa, pasti bisa, dan aku yakin! dengan catatan kalian komit dan mau kerja keras. Karena emang butuh banyak-banyak kesabaran. Wah kata “semangat” dari siapun itu menjadi suntikan...