Langsung ke konten utama

Hallo, Ramadhan ☾

Alhamdulillah beberapa tahun terakhir aku diberi kesempatan untuk tinggal di kota Nenekku pada weekday dan kembali ke rumah saat weekend dan hari libur. Karena sudah dewasa dan rasanya memang bukan waktunya bermain lagi. Selain jam kerja, ya waktuku adalah untuk diri sendiri entah ngerjain hal rumah, belajar hal baru, dan beribadah. Di fase dan lingkungan ini,alhamdulillah Allah kasih aku kesempatan untuk berkontemplasi atas apa yang aku lalui dan mencoba lebih peka kepada sekitarku. Teringat tulisanku di tahun 2021, yang mana Ramadhan pada tahun itu menjadi titik balik dalam hidupku. Back to topic, aku menulis tulisan ini untuk bersyukur entah kenapa aku bisa merasakan semangat orang-orang di sekitarku dalam menjalani kehidupan khususnya pada kehidupan pada bulan suci Ramadhan ini. MasyaAllah alhamdulillah..

Jujur Ramadhan itu bukan hal yang asing bagiku. aku mengetahuinya sudah dari kecil namun memang aku baru mempelejarinya beberapa tahun terakhir padahal alhamdulillah Allah kasih aku keluarga yang perhatian terhadap agama. Thats why, alhamdulillah karena lingkungan keluarga dan pertemanan yang mendukung jadi sebenarnya ya itu... bukan hal yang asing, apa-apa yang dikerjakan di bulan Ramadhan memang aku kerjakan meskipun tidak tau bagaimana essensinya. Alhamdulillah setelah aku belajar, kebiasaan yang dulu menjadi bekal pelengkap diiringi dengan ilmu setelah dewasa ini. Meskipun ilmunya masih banyak kurangnya, bismillah semoga lebih banyak wawasan lagi dan semakin dikelilingi orang baik dan mendukung untuk ini. Jadi Ramadhan tahun ini, beberapa hari yang lalu diingatkan lagi oleh Mamah. Sebenarnya mamah itu ngingetin si Adek tetapi karena aku ada disisi mereka saat lagi diskusi jadi aku keingetan kebiasaan mamah ini. Kata mamah, apa tujuan ramadhan tahun ini ? Coba dibikin target.. jadi yap setiap ramadhan beliau selalu mengingatkan anak-anaknya untuk ini. Dan ini jadi budaya bagiku, aku selalu mengingat reminder ini meskipun mamah ga bilang ke aku dan aku tinggal jauh dari rumah semasa kuliah. Ramadhan tahun ini tidak seperti semasa aku kecil, aku yang belajar dalam menjalani ibadah puasa secara penuh dan sholat tarawih. Atau semasa aku kuliah, aku berada di lingkungan yang vibes Ramadhan tidak seperti di Kalimantan Selatan.. yang mana aku menjalani ibadah tanpa ada dorongan semangat dari lingkungan. Alhamdulillah karena kebiasaan tertanam dari kecil, Ramadhan selalu hadir dengan vibes biasa dalam kehidupanku. Meski jauh dari rumah, aku menyambutnya dengan suka cita dan visi target untuk melakukan perbaikan. Selanjutnya Ramadhan terbaik bagiku adalah Ramadhan tahun lalu yang aku jalani sembari melaksanakan ibadah umroh. Jujur rindu banget.. vibes-nya luar biasa disana. Lingkungan yang mendukung untuk beribadah, karena orang-orang disana bahkan berlomba-lomba untuk beribadah. Bukan berlomba supaya menang antar individu ya, tetapi berlomba untuk menang atas diri sendiri yang sebelumnya dengan yang sekarnag. MasyaAllah indah banget ga sih.... aku meneteskan air mata sambil menulis part ini. Melihat orang-orang yang berusaha untuk dapat sholat lima waktu di Masjid adalah pemandangan yang sangat indah. Karena memang rasanya mungkin lebih nyaman ibadah di hotel karena ga perlu effort jalan, kesulitan mencari tempat sholat karena sekarang ada pengaturan dari Pihak Masjid yang tidak seperti sebelumnya tempat sholat perempuan dan laki-laki jelas dimana.. kini kalau mau sholat.. tempat sholatnya baru dibuka menjelang waktu sholat, desak-desakan. MasyaAllah nikmat sekali perjuangan itu. Apalagi perjuangan menjalankan umroh di waktu pagi/siang. Jujur kalian butuh mental dan fisik yang kuat untuk menjalaninya, apalagi yang umrohnya konvensional seperti aku dan teman-teman umrohku. Berjalan menuju masjid dari hotel, mengelilingi Kakbah, jalan dari Safa ke Marwa. Mana air zam-zam dikosongkan selama Ramadhan jadi ga ada yang namanya kelelahan lalu membatalkan puasa di wilayah Masjid. Toilet berada di luar masjid, jadi ga ada kesempatan cuci muka menyegarkan diri. Wah MasyaAllah alhamdulillah nikmat banget kesempatan ini. Bismillah semoga aku segera Allah dipanggil untuk dapat beribadah disana dan amiin allahuma amiin bisa ber-hari raya disanaa dengan orang-orang yang aku sayang dan menyayangiku. Ramadhan tahun ini aku dedikasikan tidak hanya mencapai target tetapi juga untuk manifesting diri menjadi lebih baik secara wawasan keagamaan dan kelapangan hati untuk lebih mencintai Allah SWT. Nanti aku share hasil mengikuti kelas online selama 30 hari ini.


Tertanda,

Aku bersama Ramadhan 1445H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unspoken (Terminal Arjosari)

Malang, 4 Maret 2017 sekitar Pukul 05.00 WIB. Kosan Teman Dapat telepon untuk bangun sekitar jam 04.00 WIB dari Ria read:nama samaran .  Ini dikarenakan malamnya aku menjanjikan untuk mengantar dia ke Terminal Arjosari dikarenakan dia ada acara di Surabaya. Padahal tidur baru sekitar dua jam, dan itu jujur susah sekali membuat tubuh dan otak berkompromi. Akhirnya aku tidur lagi. Tidak berapa lama dapat telepon kembali. Dan akhirnya aku bener-bener meniatkan bangun. Langsung ambil jilbab dan cari kunci motor. Pada saat itu pula aku menuju rumah Ria.  Jalan Kumandang adzan pun mulai terdengar bersaut-sautan. Sempat terpikir di pikiran, semisal mau sholat di rumah Ria. Tetapi ketika sampai di depan rumah, dikarenakan ternyata Ria buru-buru. Akhirnya ya sudah aku memutuskan untuk sholatnya sehabis mengantar dia. Ketika menuju Terminal, Ria berkata, "Aku aja yang bawa motor, km kelihatan ngantuk Nu". Tanpa berpikir dua kali, aku menyerahkan kunci ke dia. Di jalan, kita t...

Apa Kata Allah Maha Perencana Terbaik

Beberapa waktu ini lagi sering berada di situasi yang buat aku berpikir, wah memang Allah Maha Perencana terbaik. Banyak hal yang tidak disangka-sangka terjadi. Sebenarnya kalau menoleh ke belakang, semestinya aku lebih menyadari bahwa apa yang telah aku lalui itu merupakan pertanda dari Allah bahwa ini nih jalan takdir yang sudah aku buatkan untukmu dan untuk mereka bahkan sudah Ia tuliskan sebelum bumi tercipta. MasyaAllah banget ga sih. Sesederhana aku lagi kepikiran pengen sesuatu, tidak lama aku mendapatkan hal itu. Rizqi yang menjadi takdirku. Sebagai contoh hal besar yang bener2 membuat aku merasa “wah ini sih memang Allah’s plan”, aku yang memimpikan UGM pada akhirnya melanjutkan sekolah di UB. Aku yang ingin kerja di korporat padahal sudah sengaja ngambil sekolah bisnis, ternyata Allah kasih kesempatan mengabdi untuk negeri. Wah ini sih, kalau Allah kasih aku takdir yang lain.. belum tentu aku mampu dan belum tentu aku dapat pahala. Sedangkan tujuan yang aku cari dalam hidup i...

Indescribable Feeling

Bicara mengenai Indescribable Feeling . Pasti semua orang pernah ngerasain itu, right? . Post ini hanya untuk have fun , meskipun ada sedikit unsur curhat (Read : Curahan Hati) . Jangan tanya alasan kenapa aku nulis ini. Anggap aja ini hanya sharing opini, kali aja berguna buat yang lagi ngerasain hal yang sama. " Love someone make us so motivated but at the same time we can feel so fool" (Nunu, 19th) Kata siapa orang pacaran cuman butuh nyaman? maybe everyone have a different point of view for this. But for me , itu ga cukup . If you have a relationship without goal and impact. Exactly, it just waste your time . Menemukan seseorang yang bisa mengerti, mengingatkan dan saling berbagi itu adalah hal yang penting. Jadi perlu win-win untuk kedua belah pihak. LOL!  I hope that you can find someone special like that. Amin