Langsung ke konten utama

teruntuk kamu yang benar dengan pemikiranmu



Gambar terkaithai kamu, iya kamu yang tanpa nama. kenapa tanpa nama? karena ceritamu ; hanya terdengar dari orang lain sedangkan kamu bungkam seakan-akan semua baik-baik saja dan ceritamu ini tidak mengenakkan bagi orang yang kamu jadikan pemeran utama. banyak yang ingin aku tanyakan, tetapi dorongan itu aku tahan entah sampai kapan. sampai tulisan ini dituliskan, sudah sekitar beberapa minggu ini menjadi bahan yang kau bahas. sedikit penasaran bagaimana respon orang-orang yang kau jadikan tempat bermuara cerita. apakah mereka mendukung mu dan akhirnya sepemikiran dengan mu atau bahkan mereka bersikap acuh tak acuh, hanya mendengar tetapi tidak menguatkan asumsi mu.

bermula dari asumsi. aku tidak menyalahkan asumsi, semua orang berhak atas itu. berasumsi lah sebanyak-banyaknya hingga kau tak punya lagi kata dan kiasan untuk diungkapkan. tetapi jangan lupa, bukankah seyogyanya memvalidasi adalah tahapan proses selanjutnya. tidak menggurui, karena apalah aku dibanding kamu dan pengalaman mu.. hanya mengingatkan mungkin kamu lupa saja. sejatinya apa yang dianggap benar tidak selalu benar. penambahan angka 5 + 5 = 10 itu benar, kita diajarkan seperti itu tetapi lupa diajarkan bagaimana angka 10 dihasilkan dengan metode penambahan. Bisa 2 + 8, 4 + 6, dan seterusnya. sederhana tetapi kita sebagai individu terkadang lupa karena sudah nyaman atau congkak terhadap diri dan sekitar. entahlah bagaimana kamu..entahlah aku tak tau..

caring. poin ini aku jadikan penguatan untuk mempositifkan pemikiranku tentang kamu. because you said to other that you care about me, right?. semakin aku cari sebab-musahabab munculnya asumsimu, aku tidak menemukan alasan yang kuat untuk menyalahkan keputusan ku. is it somethng you called “caring” when you talk behind me? expect everyone who knows about it will tell me or everyone supports you. hmph.. atau seperti bocah sekolah menengah yang menceritakan kisah orang lain untuk menambah dan memperluas relasi pertemanan.

teman... berarti kita tidak sedekat yang kau pikir. you think that you know me so well, but exactly totally NO. yeaahh i always said that you are a good one as a friend but we are not really a close friend. Butuh tahunan untuk menganggap orang sampai di level ituu.

terima kasih telah membuat ku tersenyum. dari aku yang selalu senang menemukan orang dengan pemikiran dan tingkah out of my mind..

Rantau, 30 Juli 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan Keduapuluhempat : Cara Kontribusi pada Majalah Suara Guru

Resume ke : 24 Gelombang : 29 Tanggal : 19 Agustus 2023 Tema : Mengirim Tulisan ke Majalah Suara Guru Narasumber : Catur Nurrochman O., M.Pd Moderator : Yandri Novita Sari, S.Pd Kelas kali ini sebenarnya adalah kelas pertemuan ke-23, namun dikarenakan Narasumber berhalangan pada hari yang dijadwalkan maka kelas ini diundur menjadi kelas ke-24. Dari  tema hari ini, aku bertanya-tanya apa itu "Majalah Suara Guru?". Pilihan yang baik mengikuti kelas ini, alhamdulillah wawasan baru lagi. Majalah Suara Guru adalah proyek milik PGRI. Alhamdulillah-nya lagi, Narasumber pada kelas ini merupakan redaktur pelaksana Majalah Suara Guru sekaligus Bendahara PB PGRI yang merupakan Kepala Sekolah pada salah satu SMPN yang berlokasi di Kabupaten Bogor. MasyaAllah double combo nih ilmunya.. A. Sejarah Majalah Suara Guru Majalah Suara Guru merupakan salah satu majalah yang berkaitan dengan dunia pendidikan yang diterbitkan oleh PGRI sejak tahun 1950an. Majalah suara Guru yang awalnya merupakan ...

Millenial di Fase Baru Reformasi Birokrasi

 " Era reformasi birokrasi 2025 merupakan fase baru yang berfokus pada birokrasi yang kolaboratif, kapabel, dan berintegritas untuk mendukung Indonesia maju dan berdaya saing. Fokus utama meliputi transformasi digital, penguatan SDM aparatur, dan pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tujuan periode 2025–2029 adalah terwujudnya pemerintah yang melayani secara berkualitas melalui digital governance." disadur dari penelusuran AI Hai, Nunu Apa kabar dunia kerja dan kerjaanmu? Rasanya baru kemarin bermunculan berbagai perusahaan start-up yang pernah menjadi salah satu impian tempat kerjamu. gimana tidak? jam kerja yang fleksibel, pakaian kasual, tempat kerja yang nyaman, dan nilai dirimu tergantung dengan kreatifitas dan kinerjamu. Generasi milennial kelahiran 80-an dan 90-an pasca lulus kuliah mendominasi kerja di berbagai perusahaan start-up. Di sisi lain, dunia birokrasi masih semrawut dengan administrasi yang berbelit-belit dan tumpukan kertas di meja kerja...

Mencari Jawaban

Hampa. Tidak ada siapa-siapa. Aku pun tak ingin menyapa. Dan aku hanya bertanya ini kenapa. Pernah ga merasa sendirian meskipun sebenarnya banyak orang di sekitar kita. Kita mau jalan dan berbincang sama siapapun sebenarnya bisa. Tetapi hati kita merasa sedih aja. Ya sedih aja dan kita ga tau entah kenapa.. Di awal tahun ini, aku resmi menyandang predikat mahasiswi tingkat akhir. Kerjaannya cuman ngerjain skripsi, skripsi, dan skripsi. Jujur kangen belajar di kelas dan kangen dapat program kerja organisasi. Walaupun belajar, ujian, dan menyelesaikan proker itu bukan hal yang mudah tetapi ada adrenalin tersendiri menghadapinya. Berbeda rasa adrenalinnya dengan mengerjakan skripsi. Bagi teman-teman yang belum skripsian, jangan ke dokrin bahwa skripsi itu susah ya. Bukan susah! Seriusan. Kalian bisa, pasti bisa, dan aku yakin! dengan catatan kalian komit dan mau kerja keras. Karena emang butuh banyak-banyak kesabaran. Wah kata “semangat” dari siapun itu menjadi suntikan...