Sudah dua tahun terakhir hidup merantau. Jujur kadang ngerasa bebas dan lebih enak merantau. Tetapi ada saatnya penat datang dan yang kita butuhkan adalah rumah dan keluarga. Apa itu egois? Maafkan aku mah bah (read : i love you and miss you from the depth on my heart). Selalu pengen nangis ketika denger berita buruk di rumah. Kangen banget suasana rumah yang emang bener2 home banget. Betah seharian dirumah ga pakai keluar sama sekali. Hahaha paling kangen sama kebawelan, kegajean, dan semua mua muanya. Meski ga boleh keluar malam tanpa orang tua sampai anaknya segede gini. Jadi harus ngebablas keluar dari sore dulu. Tetep aja sih ga apa walau kadang kesel. But it makes me feel so loved wkwkwk. Setiap orang rumah pulang entah dari sekolah, kantor, atau dari mana aja. Mereka ga pernah lupa untuk bercerita dari hal yang emang ga penting. Proud of you home and love you to the moon and back!
Beberapa waktu ini lagi sering berada di situasi yang buat aku berpikir, wah memang Allah Maha Perencana terbaik. Banyak hal yang tidak disangka-sangka terjadi. Sebenarnya kalau menoleh ke belakang, semestinya aku lebih menyadari bahwa apa yang telah aku lalui itu merupakan pertanda dari Allah bahwa ini nih jalan takdir yang sudah aku buatkan untukmu dan untuk mereka bahkan sudah Ia tuliskan sebelum bumi tercipta. MasyaAllah banget ga sih. Sesederhana aku lagi kepikiran pengen sesuatu, tidak lama aku mendapatkan hal itu. Rizqi yang menjadi takdirku. Sebagai contoh hal besar yang bener2 membuat aku merasa “wah ini sih memang Allah’s plan”, aku yang memimpikan UGM pada akhirnya melanjutkan sekolah di UB. Aku yang ingin kerja di korporat padahal sudah sengaja ngambil sekolah bisnis, ternyata Allah kasih kesempatan mengabdi untuk negeri. Wah ini sih, kalau Allah kasih aku takdir yang lain.. belum tentu aku mampu dan belum tentu aku dapat pahala. Sedangkan tujuan yang aku cari dalam hidup i...
Komentar
Posting Komentar